bicara terbuka antara kita manfaat bagi semua

Sunday, December 04, 2005

TRUST HIS HEART

Boedi Dayono
Tue, 13 Sep 2005 00:17:52 -0700

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam,Ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut. Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka Ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita

God is too wise to be mistaken.

God is too good to be unkind

So,

When you don't understand

And When you can't see His plan

And When you can't trace His hand

TRUST HIS HEART

Food as Medicine

kiriman: Maringan Aruan

HEADACHE?EAT FISH!
Eat plenty of fish -- fish oil helps ! prevent headaches.
So does ginger, which reduces inflammation and pain.

HAY FEVER?EAT YOGURT!
Eat lots of yogurt before pollen season.
Also-eat honey from your area (local region) daily.

TO PREVENT STROKEDRINK TEA!
Prevent buildup of fatty deposits on artery walls with regular doses of tea. (Actually, tea suppresses my appetite and keeps the pounds from invading....Green tea is great for our immune system)!

INSOMNIA (CAN'T SLEEP?)HONEY!
Use honey as a tranquilizer and sedative.

ASTHMA? EAT ONIONS!!!!
Eating onions helps ease constriction of bronchial tubes. (When I was young, my mother would make onion packs to place on our chest, helped the respiratory ailments and actually made us breathe better).

ARTHRITIS EAT FISH, TOO!!
Salmon, tuna, mackerel and sardines actually prevent arthritis. (Fish has omega oils, good for our immune system)

UPSET STOMACH? BANANAS - GINGER!!!!!
Bananas will settle an upset stomach.
Ginger will cure morning sickness and nausea.

BLADDER INFECTION? DRINK CRANBERRY JUICE!!!!
High-acid cranberry juice controls harmful bacteria.

BONE PROBLEMS?EAT PINEAPPLE!!!
Bone fractures and osteoporosis can be prevented by the manganese in pineapple.

PREMENSTRUAL SYNDROME? EAT CORNFLAKES!!!!
Women can ward off the effects of PMS with cornflakes, which help reduce depression, anxiety and fatigue.

MEMORY PROBLEMS?EAT OYSTERS!
Oysters help improve your mental functioning by supplying much-needed zinc.

COLDS?EAT GARLIC!
Clear up that stuffy head with garlic. (remember, garlic lowers cholesterol, too.)

COUGHING? USE RED PEPPERS!!
A substance ! similar to that found in the cough syrups is found in hot red pepper. Use red (cayenne) pepper with caution-it can irritate your tummy.

BREAST CANCER?EAT Wheat, bran and cabbage
Helps to maintain estrogen at healthy levels.

LUNG CANCER?EAT DARK GREEN AND ORANGE AND VEGGIES!!!
A good antidote is beta carotene, a form of Vitamin A found in dark green and orange vegetables.

ULCERS? EAT CABBAGE ALSO!!!
Cabbage contains chemicals that help heal both gastric and duodenal ulcers.

DIARRHEA? EAT APPLES!
Grate an apple with its skin, let it turn brown and eat it to cure this condition. (Bananas are good for this ailment)

CLOGGED ARTERIES?EAT AVOCADO!
Mono unsaturated fat in avocados lowers cholesterol.

HIGH BLOOD PRESSURE?EAT CELERY AND OLIVE OIL!!!
Olive oil has been shown to lower blood pressure.
Celery contains a chemical that lowers pressure too.

BLOOD SUGAR IMBALANCE?EAT BROCCOLI AND PEANUTS!!!
The chromium in broccoli and peanuts helps regulate insulin and blood sugar.

Kiwi: Tiny but mighty. This is a good source of potassium, magnesium, Vitamin E &fiber. It's Vitamin C content is twice that of an orange.

Apple: An apple a day keeps the doctor away? Although an apple has a low Vitamin C content, it has antioxidants &flavonoids which enhances the activity of Vitamin C thereby helping to lower the risks of colon cancer, heart attack & stroke.

Strawberry: Protective fruit. Strawberries have the highest total antioxidant power among major fruits &protects the body from cancer causing, blood vessels clogging free radicals. (Actually, an! y berry is good for you..they're high in anti-oxidants and they actually keep us young.........blueberries are the best and very versatile in the health field........they get rid of all the free-radicals that invade our bodies)

Orange: Sweetest medicine. Taking 2 - 4 oranges a day may help keep colds away, lower cholesterol, prevent & dissolve kidney stones as well as lessen the risk of colon cancer.

Watermelon: Coolest Thirst Quencher. Composed of 92% water, it is also packed with a giant dose of glutathione which helps boost our immune system. They are also a key source of lycopene - the cancer fighting oxidant. Other nutrients
found in watermelon are Vitamin C &Potassium. (watermelon also has natural substances [natural SPF sources] that keep our skin healthy, protecting our skin from those darn suv rays)

Guava &Papaya: Top awards for Vitamin C. They are the clear winners for their high Vitamin C content. Guava is also rich in fiber which helps prevent constipation.

Papaya is rich in carotene, this is good for your eyes. (also good for gas and indigestion)

Tomatoes are very good as a preventative measure for men, keeps those prostrate problems from invading their bodies.

Career Anchors & Career Drivers

Oleh Arbono Lasmahadi

Istilah Career Anchor pertama digunakan oleh Prof. Edgar H. Schein, berdasarkan penelitian jangka panjang dan studi yang mendalam yang dilakukannya dari tahun 1961 - 1973 terhadap 44 alumni program Master di Sloan School of Management. Career Anchor (Jangkar Karier) sendiri didefinisikan sebagai motif-motif yang mempengaruhi cara orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya. Career anchor juga dideskripsikan sebagai sebuah elemen dalam konsep diri seseorang yang tidak akan mereka lepaskan atau korbankan, bahkan pada saat menghadapi kondisi sulit (Career Anchors - Discovering your real values; Edgar H. Schein, 1990).

Berdasarkan hasil penelitiannya, Prof. Schein menyimpulkan bahwa ada 6 Jangka Karier, yaitu:

1. Kompetensi Manajerial. Tujuan karier dari para manajer adalah untuk mengembangkan kualitas interpersonal, analitikal, dan emosional. Orang yang menggunakan jangkar karier ini ingin mengelola orang, sebagai tujuan kariernya

2. Kompetensi Teknikal/Fungsional. Jangkar untuk para teknisi/spesialis adalah mengembangkan secara terus menerus bakat teknikal mereka. Orang-orang dengan jangkar ini tidak mencari posisi manajerial.

3. Keamanan . Orang-orang dengan jangkar karier ini ingin memperoleh situasi karier mereka stabil. Seringkali orang-orang ini mengikatkan dirinya dengan organisasi atau lokasi geografis tertentu. Orang-orang dengan tipe jangkar ini akan mengalami stres bila berhadapan dengan situasi kerja atau bisnis yang tidak stabil/bergejolak (Volatile)

4. Kreativitas. Orang-orang kreatif pada dasarnya mempunyai sifat enterpreneur pada dirinya. Mereka ingin membangun sesuatu yang seluruhnya merupakan hasil karyanya

5. Otonomi dan kemandirian. Jangkar karier untuk orang yang mandiri adalah keinginan untuk memperoleh kebebasan dari batasan-batasan yang ada di dalam organisasi. Mereka memberikan nilai otonomi dan mereka ingin atasan dan juga pekerjaan sesuai dengan langkahnya.

6. Kompetensi Teknologikal. Orang-orang dengan jangkar ini sangat tertarik dengan teknologi dan mempunyai keinginan untuk bekerja dengan teknologi di mana pun hal itu dimungkinkan. Orang-orang ini seringkali mudah menerima perubahan. Karena itu mereka biasanya sangat mudah beradaptasi.

Terinspirasi oleh penelitian Prof. Schein, Graham Green, dalam bukunya "The Career Change Handbook" (2003) mengembangkan sebuah konsep yang disebut sebagai Career Drivers, yang dideskripsikan sebagai daya penggerak atau motivator dalam diri seseorang yang mengarahkan mereka untuk mencapai sasaran yang berkaitan dengan kariernya, baik yang sifatnya berupa penghargaan langsung dari luar yang terlihat (misalnya kekayaaan), penguasaan terhadap suatu keahlian (misalnya menjadi spesialis yang paling dihormati) atau pencapaian keadaan yang diinginkan (misalnya : situasi kerja yang aman dan nyaman).

Dengan Career Drivers model ini, Graham Green mengenali ada 9 drivers yang merupakan gabungan antara kebutuhan dan keinginan. Driver-driver ini menunjukkan hal-hal orang cari dalam kariernya, dan hal-hal yang menjadi kepedulian mereka dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka.

1. Driver : Kesejahteraan Material
Hal yang dicari : Posisi dan standar hidup yang tinggi
Kepeduliaan Utama : Kesejahteraan

2. Driver : Kekuasaan dan Pengaruh
Hal yang dicari : Pengawasan terhadap orang lain dan sumber daya yang ada
Kepedulian Utama : Dominasi

3. Driver : Makna Kehidupan
Hal yang dicari : Melakukan sesuatu yang diyakini memberikan nilai dalam diri sendiri
Kepeduliaan Utama : Kontribusi

4. Driver : Keahlian
Hal Yang dicari : Pencapaian standar keahlian yang tinggi
Kepedulian Utama : Penguasaan ilmu atau ketrampilan

5. Driver : Kreativitas
Hal Yang dicari : Melakukan inovasi atau menjadi bagian dari inovasi
Kepedulian Utama : Keaslian/originalitas

6. Driver : Afiliasi
Hal yang dicari : Memelihara hubungan baik dengan orang lain pekerjaan
Kepeduliaan Utama : Kedekatan/Hubungan dekat

7. Driver : Otonomi/kemandirian
Hal yang dicari : Menjadi mandiri dan mampu mengambil keputusan untuk diri sendiri
Kepeduliaan utama : Melakukan pilihan sendiri

8. Driver : Keamanan
Hal yang dicari : Masa depan yang pasti dan dapat diramalkan
Kepedulian utama : Kepastian

9. Driver : Status
Hal yang dicari : Pengakuan dan penghargaan dari lingkungan sekitar
Kepedulian utama : simbol-simbol

Yang manakah dari driver driver di atas yang merupakan preferensi anda?

(ARL)

Sumber :
1.Mondy R, Wayne, Rober M. Noe, & Shane R. Premeaux. Human Resource Management, 8th Edition. Prentice Hall, 2002.
2. Green, Graham. The Caree Change Handbook, howtobooks. 2003

Tulisan di atas akan menjadi salah satu materi bahasan dalam Diskusi : Peran Evaluasi Psikologis dalam Pengelolaan Karier., dalam acara Off Member Gathering, pada tanggal 8 September, 2005 Pk. 19.00 - 21.30 di Lokananta Terrace Resto.

ITULAH MASALAHNYA

kiriman: Boedi Dayono

by Amry

Kalau dalam hidup tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab kita diciptakan di dunia ini sebagai pemimpin. Tentunya dalam kepemimpinan itulah, permasalahan-permasalahan diharapkan dapat mendewasakan kehidupan kita.

Banyak orang yang merasa tidak ada masalah dengan keuangannya, maka itulah masalahnya. Sebab hidup ini, kita harus bersungguh-sungguh mendapatkan keuangan yang halal dan syukur kalau banyak dan bermanfaat bagi banyak orang.

Banyak orang yang merasa tidak ada masalah dengan anaknya, maka itulah masalahannya. Sebab kalau tidak ada permasalahan dengan anak, bisa jadi antara anak dan orang tua, sudah sempurna dan biasanya tinggal menunggu boom permasalahan.

Kalau kita kuliah dan merasa tidak ada masalah, dan wajar-wajar saja, maka itulah masalahnya. Jangan-jangan kita hanya kuliah dengan standar biasa-biasa saja seperti mahasiswa umumnya.

Begitu juga dengan berkeluarga, kalau kita merasa tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab bisa jadi keluarga kita hanya jalan mulus-mulus saja tanpa punya program yang berbeda dengan keluarga pada umumnya.

Kalau kita sebagai laki-laki dengan usia tertentu yang sudah mencapai dewasa, merasa tidak ada masalah hidup dengan membujang, maka itulah masalahnya. Sebab bisa jadi kita menjadi orang-orang yang tidak berani memikul tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga.

Kalau kita sebagai anak dan merasa biasa-biasa saja sebagai mahasiswa yang seratus persen kehidupannya masih disuplay oleh orang tua atau kerabat kita, maka itulah masalahnya. Sebab kapan lagi potensi nyali kehidupan bertanggungjawab terhadap diri sendiri akan tumbuh subur.

Kalau kita, menjadi karyawan atau pimpinan perusahaan yang merasa tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab, mungkin kita menjadi karyawan yang terjangkit penyakit kenyamanan karena setiap bulan mendapat gaji atau menjadi pimpinan perusahaan yang merasa nyaman bisa memberi instruksi kepada bawahannya, padahal bisa jadi bawahan menurut bukan karena potensi pimpinan tapi karena takut diberhentikan.

Hati-hatilah, kalau kita tidak merasa punya masalah, bisa jadi kita terjebak oleh kenyamanan sehingga menjadi tumpul sensitivitas terhadap masalah kita.

Berani mencari permasalahan positif agar mampu mengasah sensitivitas kita terhadap masalah atau kita hanya sembunyi dengan masalah sehingga merasa hidup tidak ada masalah???

Belajar dari Beruk dan Tupai

kiriman: Tjukria P. Tawaf


Beruk adalah sejenis kera yang cerdas. Dia pandai memetik kelapa, dia senang pekerjaan itu yang biasanya diinstruksikan sang petani, pemiliknya. Satu-satu dipilihnya buah kelapa yang baik dan bum ... dijatuhkannya kebumi. Ketika kelapa jatuh ke tanah, segera dia bermain dengan butiran kelapa yang menggelinding. "Dalam buah kelapa ini ada air kelapa yang segar dan gurih rasanya, menempel di batok kelapa isi buah kelapa yang memutih keras dan empuk enak sekali, dimakan mentah enak, di parut untuk bikin gulai atau minyak juga lebih enak...." begitu celoteh sang beruk. Sang beruk berlari-lari kecil kesana kemari sambil menggelindingkan buah kelapa yang besar. Dia membayangkan enaknya dan gurihnya isi buah kelapa. Apalagi kalau dia membayangkan sabut kelapa yang bisa dibuat bermacam kebutuhan manusia, dari mulai keset, jok kursi, jok mobil dan sebagainya lagi. Sang beruk meloncat-locat berlari lagi memanjat dengan cekatan ke pohon kelapa yang tinggi itu, sebentar dia memilih-milih lagi buah kelapa, dipelitirnya dan "bum-bum-bum..." jatuh lagi kebumi beberapa butir.

Sang beruk merindukan isi buah kelapa, ingin mencicipi gurihnya. Tapi tak pernah kesampaian, padahal dia paiwai memetiknya. Oh alangkah kasihan...

Ditengah kegalauannya, tiba-tiba tampak berloncatan dengan cekatan sang tupai, binatang kecil yang lincah. Lompatannya dari satu daun kelapa yang menjulai ke daun kelapa pohon lainnya tampak indah. Matanya melirik kesana-kemari, ekornya yang bagaikan jambul tinggi bergerak kesana kemari, sebentar dia mengendus, mencium buah kelapa yang bergantung di pokok-pokok pohon. Sang tupai mulai bekerja, gigi depan sang pengerat ini bekerja cepat, kulit buah kelapa yang tebal mulai digerusnya. Gigi tupai yang cepat bekerja ini mulai bertemu batok kelapa yang keras, dia bukannya berhenti bekerja, tapi terus dan semakin giat, dan dikala batok kelapa itu tembus serta mulai mengenai buah empuk dibalik batok tampaklah kegembiraannya. Sang tupai mulai menikmati enaknya buah kelapa dan tak lama air buah kelapa ini mulai menetes, dia menghirupnya "Wow .... lezat nian .."

Sang beruk tak mampu menikmati buah kelapa, dia hanya bisa memetiknya, walaupun dia membayangkan lezatnya buah kelapa. Sang tupai tak mampu memetik buah kelapa namun bisa menikmati kelezatannya.

Apa yang kita bisa pelajari dari tingkah polah kedua mahluk ini?

Pertama, tidak cukup kita memiliki pengetahuan yang banyak dan luas tanpa mempunyai kemampuan mengaplikasikannya. Sang beruk paham betul bahwa didalam buah kelapa itu ada isi yang bisa dinikmati dan bermanfaat. Tapi dia tak punya kemampuan untuk membelah buah kelapa. Pengamalan ilmu pengetahuan menjadi tuntutan bukan hanya sampai pada pendadaran wawasan.

Kedua, kontribusi sang beruk berguna dalam sistem pertanian, membantu petani untuk memetik buah kelapa menjadi lebih cepat. Sang beruk merupakan pengganti tenaga kerja manusia. Sang beruk hanya bisa menikmati isi buah kelapa setelah dikupas oleh sang petani dan dijatah.

Ketiga, sang tupai bekerja secara langsung pada tujuan, dia menggerus pada intinya, dia mampu menikmati kelezatan buah kelapa. Sang tupai simbul pada kemampuan mengaplikasikan gagasan dan keinginannya. Walaupun risiko tetap mengintai dari petani yang dianggap sebagai hama pengganggu.

Cerita ini bisa dijadikan renungan, apakah kita akan tetap menjadi bagian yang diupah bagaikan sang beruk dengan Pak Tani. Sang beruk bekerja, dia dirawat, dipelihara dan diberi makan. Ataukah bagai sang tupai bergerak bebas mencari gagasan dan mengaplikasikan gagasan dilapangan dengan segala risiko, dikejar dan dianggap hama pengganggu namun kecerdikan dan kelincahannya membuahkan hasil menikmati upayanya.

Tantangan kehidupan kini, disertai PHK yang berketerusan pada sektor-sektor ekonomi yang yang penting, yang masih saja mengintai, tentunya perlu diantisipasi. Sang tupai bagaikan Rich�s Dad-nya Robert Kiyosaki, memberi inspirasi, bahwa untuk menuju kebebasan finansial, kita perlu kebebasan kreativitas, kemadirian yang menjadi dasar untuk penciptaan pendapatan. Bahwa untuk menciptakan kebebasan finansial kita sangat perlu memahami mentalitas orang kaya dan orang miskin. Walaupun sang beruk makannya cukup, selalu dipenuhi kebutuhannya oleh sipemilik, sang petani itu, dia tetap miskin, karena mentalitasnya adalah diupah. Sedangkan sang tupai yang memiliki kebebasan, dia adalah memiliki kekayaan yang luar biasa, yakni kebebasannya sehingga dia bisa menjadi sangat kaya secara finansial karena tidak dalam kungkungan.



31 Maret 2002

MERENDAH ITU INDAH

kiriman: Boedi Dayono

Posted by Gede Blue on 2004-09-15

Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga.

Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asli Indonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab : 'kemaren kan hari terakhir pekan kampanye pemilu". Dengan jengkel turis tadi bergumam : 'dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!'.

Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan (trust) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di mana kepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.

Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.

Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini. Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal : trust capital.

Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaran ketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.

Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.

Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya : tetangga depan rumah. Pertanyaan saya sederhana saja : bagaimanakah reaksi Anda ? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannyapun amat beragam.

Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif, 'seperti sentimen, benci, dan sejenisnya ', menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif 'sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya' menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang memerlukannya.

Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun 'termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila' bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.

Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.

Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat laki-laki dari perspektif kebencian. Mereka yang lama bekerja di perusahaan yang sering membohongi pekerjanya, selamanya melihat wajah pengusaha sebagai penipu. Ini yang oleh banyak rekan psikolog disebut sebagai pengkondisian yang mematikan.

Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.

Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur ke Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.

Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti kaos kaki yang diinjak-injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya maju, dan sayapun melaju dengan kehidupan saya. Entah kebetulan entah tidak. Entah paham entah tidak tentang pilosopi hidup saya seperti ini. Seorang pengunjung web site saya mengutip Rabin Dranath Tagore : 'kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati'. ***

by Gede Prama

Tuesday, August 09, 2005

AIR MATA MUTIARA

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan embut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.
Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.
Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu..
"Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara."
Semoga........

RESENSI BUKU JOHN PERKINS

Finance is the Gun, and The Politics will set the right time to pull the trigger"
(Don Lucchesi at Puzo's GodFather III)

"How Fortunate for the Leaders whose the mass do not think!"
(Adolph Hitler)


Transkrip wawancara John Perkins dengan Democracy Now

Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. (berikut transrip wawancaranya).

John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak ekonomi" (Economic Hit Men) - seorang profesional yang dibayar mahal untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar. (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku dengan judul, "Conscience of an Economic Hit Men."

Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara, mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit kebaikannya, yaitu Jaime Rold󳠨presiden Ekuador) dan Omar Torrijos (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan. Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah gagal mempengaruhi Rold󳠤an Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" yaitu CIA-"serigala pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.

John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis lagi : invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan selalu membuat saya berhenti."

Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya. Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins bersama kami di studio Firehouse.

John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja pada perusahaan konsultan internasional Chas T. Main dimana ia menjadi "economic hit man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu Confessions of an Economic Hit Man.

AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse. Selamat datang di Democracy Now!

JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.

AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke, jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Anda menamakannya.

JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita, dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para "economic hit men". Saya adalah salah satu bagian utama dari hal itu.

AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?

JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta "Economic hit man" yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang tumpah - atau mungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.

Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu, dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya dengan pemerintah.

AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.

JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T. Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam
hutang itu ---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara itu akan memberikan kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun
sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang kaya di negara-negara itu.
Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi minyak."
Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah imperium Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini benar-benar keberhasilan luar biasa.

AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- apakah sogokan itu Anda terima?

JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an untuk tidak menulis buku ini.

AMY GOODMAN: Dari?

JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.

AMY GOODMAN: Yang mana?

JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah.... -- Stoner-Webster. Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.... - saya dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa.
Saya sama sekali tak mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah - saya adalah - itu mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku
ini, yang pada saat itu saya beri judul "Conscience of an Economic Hit Man." Dan saya harus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa - ini nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya --

AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu.

JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,..... kamu tahu? Dan ketika saya direkrut NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka menggunakan sarana yang
paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu sex, kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh "candu" sex, uang, dan kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut perubahan.

AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.

JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik Di awal 70-an OPEC menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi- ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka - Departemen Keuangan (the Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ......

AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.

JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S. government securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil melakukannya.

Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan "serigala-serigala" (the jackals).
"Serigala-serigala" itu adalah CIA, dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu menjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai---- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan the jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kita dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah kita kerjakan di Irak.

AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?

JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) dengan Carter -- dan, kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita yang menarik-apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos - mencoba menegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak

Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit
men) telah gagal. Saya tahu para "serigala-serigala" (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah "sanksi" dari CIA, dan sebagian besar - para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara kita (Amerika).

AMY GOODMAN: Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?

JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, kekuasaan, dan uang, sungguh terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga kelanjutannya.

AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?

JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat), saya berubah pandangan.

Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong, sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.

AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions of an Economic Hit Man.

Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya), dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now.

Thursday, August 04, 2005

Studi Banding Oh Studi Banding ...

Written by Webmaster

Thursday, 28 July 2005
Gambar ini adalah gambaran kecil yang berhasil kami tangkap kemarin di Hotel Radisson SAS Airport Hoofdorp Belanda. Rombongan lelaki paruh baya dengan wajah melayu, tampak segar memasuki lobby hotel, walau cuaca saat itu kurang bersahabat. Di tangan mereka, jelas terlihat tas belanja berlabel merk terkenal bak Gucci dan Bally, yang sudah menjadi pengetahuan umum, sebagai merk barang yang tidak murah. Sekilas, bapak-bapak ini terlihat seperti rombongan turis, yang sedang menikmati zomer vakantie. Siapa sangka, mereka adalah anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Nursyahbani Kartasungkana (PKB), Pataniari Siahaan (PDIP), Andi Matalata (Golkar), Yahya Zaini (Golkar), Agus Tjondro Prayitno (PDIP), Maiyasyah Johan (PDIP), Ishaq Saleh (PAN), Yusuf Fani Andim Kasim (PBR). Berdasarkan beberapa sumber, kunjungan mereka ke Perancis dan Belanda sejak tanggal 25 sampai 28 Juli 2005 adalah rangkaian tour studi banding tentang proses legislasi penyusunan rancangan undang-undang negara.



Seperti yang ditulis Kompas 13 Juli 2005, dana yang bisa dihabiskan Dewan Perwakilan Rakyat untuk perjalanan ke luar negeri jumlahnya sangat besar dalam setahun. Informasi yang diperoleh pers, dana yang tersedia di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR saja untuk sisa anggaran tahun 2005 mencapai Rp 2,5 miliar. Hhmm, pantas saja bapak-bapak ini tampak sumringah, walau sedang menjalankan ‘tugas Negara’. Sekedar gambaran, fasilitas yang diterima anggota DPR apabila ke luar negeri memang banyak. Menurut keputusan Menteri Keuangan, 3 April 1992, fasilitas anggota DPR masuk dalam kategori golongan B: Uang harian perjalanan dinas ke luar negeri untuk ke Amerika Serikat adalah sebesar 315 dollar AS (Rp 2.929.500, asumsi 1 dollar AS = Rp 9.300); Perancis 320 dollar AS (Rp 2.976.000); Korea Selatan 250 dollar AS (Rp 2.325.000); Thailand dan Australia 220 dollar AS (Rp 2.046.000). Di luar itu, DPR juga mendapatkan fasilitas pesawat kelas bisnis. Namun, umumnya anggota Dewan banyak yang menggunakan kelas ekonomi sehingga kelebihan anggaran yang disediakan bisa dibawa pulang. "Selisih kalau pindah kelas dari bisnis ke kelas ekonomi biasanya lebih dari separuh," ucap seorang anggota Dewan, seperti yang dikutip Kompas.
Bicara soal studi banding anggota DPR ke luar negeri bagai memutar kaset baru dengan lagu lama. Apalagi ditambah keadaan dalam negeri yang saat ini memprihatinkan dengan segala permasalahan BBM sampai keluarnya Inpres no. 10 tahun 2005 yang menyerukan penghematan, ditambah kontroversi kenaikan gaji anggota DPR. Surat kabar Sinar Harapan (22 Juli 2005) memberitakan bahwa dari data Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR saat ini, ketua DPR mendapatkan gaji Rp 35,17 juta per bulan. Para wakilnya mendapat Rp 29,89 juta. Sementara anggota dewan Rp 28, 37 juta. Gaji ini dinilai terlalu kecil dan diusulkan untuk ketua menjadi Rp 65,17 juta atau naik 82,5 %. Wakilnya menjadi Rp 51,39 juta, naik 71,8 %. Dan anggota dewan menjadi Rp 38,01 juta, naik 33,9 %. Ini berarti gaji bulanan ketua DPR secara keseluruhan naik 104 %, wakilnya naik 89,5 % dan anggotanya naik 82,8 %.

Mahasiswa dan pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda menyatakan sikap prihatin; bukan saja atas terselenggaranya studi banding yang sangat tidak tepat dilakukan saat ini sebagai cerminan wakil rakyat yang kehilangan sensitifitasnya atas keadaan krisis bangsa, namun atas segala kebijakan yang bertolak belakang dari usaha memperbaiki keadaan carut-marut Negara.

Ada satu catatan kecil yang rasanya perlu juga kami ungkapkan disini, yaitu kekecewaan terhadap tidak adanya kesempatan berdialog dengan bapak-bapak Baleg DPR. Saat kami membaca susunan acara mereka, ada satu sesi khusus dialog dengan komunitas masyarakat Indonesia di Belanda. Ternyata kami tidak diijinkan mengikuti sesi tersebut dengan alasan sesi itu hanyalah sesi makan malam intern dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), alias sesi siluman.

Satu situasi yang mengecewakan untuk kami, ketika lagi-lagi sikap elit mencerminkan keengganan untuk terbuka pada kami yang notabene rakyat Indonesia, pimpinan tertinggi dari Negara Indonesia yang harus diperjuangkan aspirasinya. Ketika pintu komunikasi tertutup, seolah berdialog dengan kami menjadi tidak esensial dan tidak penting lagi dibanding urgensi studi banding itu sendiri yang menurut kami malah lebih tidak efektif mengingat kemajuan teknologi. Berbagai sarana elektronik padahal bisa dimanfaatkan untuk bertukar informasi bahkan pertemuan online antar benua dengan biaya yang jauh lebih murah dan cakupan peserta yang lebih fleksibel. Perwakilan Indonesia di berbagai negara bisa pula diberdayakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Apakah ini suatu simbol bahwa virus imunitas untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi kami sudah mulai menggejala, atau malah sudah akut?

Maka jangan salahkan rekan-rekan PPI Prancis yang memilih walk out saat acara makan malam di KBRI di Paris dengan rombongan DPR, jangan tuding mereka bersikap kekanak-kanakan dengan dalih kabur begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan anggota DPR, karena mungkin sesungguhnya memang tertutup sudah pintu dialog antara kami, Perhimpunan Pelajar Indonesia di luar negeri ini sebagai salah satu elemen masyarakat Indonesia, dengan orang-orang yang konon mewakili aspirasi kami. Jangan salahkan berita yang terlihat menyudutkan, karena mungkin memang tidak ada niat dari anggota DPR atau siapapun itu untuk meluruskannya.

Dan siang ini, ketika tulisan ini kami rampungkan sebagai sikap kami, mungkin para anggota DPR tersebut sedang duduk dengan nyaman di kursi pesawat kelas bisnis, tersenyum sambil menikmati segelas kopi manis, ditemani sejumlah tas belanja oleh-oleh untuk kerabat dan keluarga, dengan sumbatan earphone di telinga untuk mendengar lagu-lagu indah di pesawat, yang tak seindah suara kami disini.





Selamat Jalan Bapak-bapak…

Leiden, 28 Juli 2005
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda

Tuesday, July 26, 2005

Find Your Love

Bila Anda tak mencintai pekerjaan Anda,
maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana.
Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu,
Dan, pekerjaanpun jadi menggembirakan.

Bila Anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja Anda,
maka cintailah suasana dan gedung kantor Anda.
Ini mendorong Anda untuk bergairah berangkat kerja,
dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh Anda juga tak bisa melakukannya,
cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja Anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadi tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun, bila Anda tak menemukan kesenangan di sana,
maka cintai apapun yang bisa Anda cintai dari kerja Anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja.

Bila Anda tak menemukan apa yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka, mengapa Anda di situ? Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai,lalu bekerjalah di sana.

Hidup hanya sekali...
Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus...

Friday, July 22, 2005

CUSTOMER SERVICE

kangucup

Sebuah cerita (yang boleh jadi hanya fiktif) yang mungkin bisa dijadikan studi kasus tentang bagaimana menangani keluhan pelanggan:

Alkisah..... Suatu ketika Customer Service Chrysler mendapat surat keluhan dari pelanggannya, yang pada intinya berbunyi begini : "Mobil yang baru saya beli sebulan lalu, selalu mogok setiap kali kami sekeluarga membeli es krim strawberry"

Surat tersebut tentu saja diabaikan oleh Customer Service, rasanya kita semua juga mungkin akan melakukan hal yang sama. Beberapa saat kemudian surat kedua dari bapak tersebut datang lagi, isinya sama....

Dicuekin lagi. "Orang gila kali ye. masak mobilnya mogok karena beli es krim?" Tull nggak ? Kali ketiga surat tersebut datang, tidak lagi dicuekin...

Mungkin karena sistem layanan pelanggan Chrysler yang begitu bagus, atau VP (Vice President) Customer Support-nya yang kekurangan kerjaan.. Surat tersebut dibaca dan ditindaklanjuti. Sang VP kemudian menugaskan seorang engineer untuk menemui si Bapak. Sambil menggerutu (Tapi gimana lagi,kan perintah Boss?) si engineer pergi ke kota tempat tinggal si Bapak itu.

Keluarga itu tinggal di pinggiran suatu kota kecil yang agak terpencil. Sesampai disana si Engineer disambut oleh keluarga itu dan diajak makan malam bersama. "Nanti, deh setelah makan malam kita membeli es krim strawberry" kata si Bapak. Si Engineer sih ikut aja....
Sehabis makan mereka membeli eskrim di toko langganan mereka di tengah kota. Setelah membeli eskrim, si Bapak berkata "Mas George (kan Bule,nih engineer...), dalam perjalanan pulang nih... bentar lagi mobil saya akan mogok". Dan ternyata benar, mobil itu mogok. Si Engineer nggak percaya. "Nggak mungkin karena es krimnya, Pak." katanya. Ok, deh... besok kita beli es krim yang lain, kata si Bapak.

Esoknya, mereka membeli eskrim rasa coklat. Dan mobil itu lancar sampai dirumah kembali. "Besok kita coba es krim strawberry lagi, yah... kata si Bapak". Dan esoknya lagi... ternyata mobil itu mogok kembali.

Dengan rasa malu dan penasaran, si Engineer melaporkan pada VP-nya. "Benar, pak. Symptoms (indikasi)-nya... Mobil itu mogok karena membeli eskrim strawberry" Dan si Engineer ditertawakan rekan - rekan sedivisinya. Tetapi karena hasil assessment seorang engineer dan support sang VP, Chrysler lalu menindaklanjuti kasus ini dengan serius. (Sebuah kepedulian pada customer yang patut dicontoh)

Setelah penelitian sebulan penuh dengan mengirimkan segala peralatan, lab, ilmuwan dan tim ahlinya :pada akhirnya Chrysler harus mengakui bahwa mobil itu memang akan mogok bila digunakan untuk membeli es krim strawberry disitu Masalahnya memang pada mobilnya dan Chrysler akhirnya menarik semua mobil tipe tersebut dari pasaran.

TAPI KENAPA????

Ternyata begini, Es Krim Strawberry adalah tipe es krim andalan dan paling laku di toko tersebut. Sehingga diletakkan dibagian depan etalase yang mudah dan cepat dijangkau pembeli Sedangkan eskrim lainnya diletakkan di belakang sehingga membutuhkan waktu pelayanan yang lebih lama. Kota tersebut cukup kecil dan sepi, sehingga jarak jangkau dari rumah keluarga itu membutuhkan waktu yang singkat.

Karena adanya ketidaksempurnaan desain sistem pengapian di mobil itu, dalam kasus yang sangat jarang dan spesifik : mobil keluarga itu belum cukup panas dan belum berhenti cukup lama sehingga ketika dijalankan kembali terjadi kondensasi pada sistem pengapian yang mengakibatkan mobilnya mogok. Ketika membeli eskrim yang lain mereka berhenti cukup lama, sehingga kondensasi tidak terjadi.

APA YANG BISA DIPELAJARI?

- Apa yang dikeluhkan oleh pelanggan kita tidak selalu secara langsung menunjukkan apa masalahnya. SYMPTOMS tidak selalu berhubungan langsung dengan PROBLEM

- Semua keluhan pelanggan, seyogyanya ditindaklanjuti (memang tidak semua worth it, tetapi mereka yang mengeluh secara serius mungkin memang mengalami masalah serius)

- Semakin jauh symptoms dari problem, mungkin menunjukkan kualitas produk kita semakin baik (Karena symptoms yang biasa2 saja pasti sudah diketahui saat ujicoba produk, kan?) Sebaliknya, semakin dekat symptoms dengan problem... artinya ujicoba dan Quality Control kita buruk.

- Kalau memang problem ada di produk kita, menarik dan memperbaikinya akan lebih murah daripada membiarkannya menjadi image yang buruk bagi kualitas kita dimata pelanggan.

- Dalam kasus ini, sang VP pada akhirnya menjadi pahlawan karena "care" pada keluhan pelanggan, bukannya "kekurangan pekerjaan"


Note: "Orang gila kali ye. masak mobilnya mogok karena beli es krim?"

Thursday, July 21, 2005

BAJU-BAJU YANG MENIPU


Boedi Dayono (boedi@muliagroupdotcodotid]

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University. Mereka meminta janji.

Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.

"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.

"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.
Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami
ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard
senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan
lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya,
kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena
baju-baju, acap menipu


Catatan:
Cerita tentang Leland Stanford ini adalah " urban leged" atau "rumor" kisah yang dimirip-miripkan dengan kisah nyata, tetapi kalau diteliti akan banyak kejanggalannya. Rumor ini juga disebut sebagai The Harvard/Stanford Urban Legend
Bantahan juga dikemukakan oleh fihak Stanford maupun Harvard
Namun demikian moral ceritanya masih cukup baik untuk dijadikan bahan pelajaran untuk menghormati manusia apa adanya bukan karena atribut yang terlihat di depan mata.
Foto: Mr. Leland Stanford

FLU BURUNG

Jenis penyakit ini sekarang lagi bikin heboh semua orang. Tak kurang dari para petinggi negara-negara di dunia merasa perlu mencari akar masalahnya, sehingga mereka memutuskan 'berkumpul' di Thailand untuk mencari solusi penyakit flu burung (bird flu/avian influenza) yang telah menewaskan sedikitnya enam orang --kebanyakan anak-anak--di kawasan Asia.
Flu burung atau flu unggas adalah penyakit flu yang disebabkan oleh virus yang terdapat pada burung liar. Tidak semua virus pada binatang dapat menyerang manusia. Virus flu burung yang tingkat kemampuan mematikannya tinggi (high-pathogenic avian influenza) --dan dapat menginfeksi manusia (zoonosis)-- adalah tipe H5N1 dan H9N2. Galur virus influenza H5N1 ini, hanya ditemukan di Hongkong pada tahun 1997 dan tidak ditemukan di negara-negara di luar Hongkong. Namun, dalam perkembangannya, ternyata galur H5N1 itu juga yang menyebabkan kematian manusia di Vietnam pada Januari 2004.Awalnya, penyakit flu burung ini adalah penyakit hewan yang menyerang bangsa unggas. Flu burung atau sampar unggas (fowl plaque) adalah penyakit virus yang menyerang berbagai jenis unggas, meliputi ayam, kalkun, merpati, unggas air, burung-burung piaraan, hingga ke burung-burung liar. Namun, babi juga dapat tertular flu burung.
Gejala pada unggas biasanya adalah bervariasi, bahkan kadang tanpa gejala. Gejala yang umum adalah tanda-tanda pada pernapasannya, seperti bersin, pembengkakan kepala, jengger berwarna biru, bercak merah pada bagian tulang sayap. Juga muncul tanda-tanda saraf seperti tidak dapat berjalan, kepala dan leher berputar-putar. Gejala umum lainnya adalah mencret, penurunan produksi dan makan, serta kematian yang rendah serta tinggi tergantung galur virusnya. Namun, gejala-gejala tersebut sangat umum dan bisa juga disebabkan oleh bakteri, sehingga diagnosis yang meyakinkan sangat dibutuhkan.
Bagaimana penularannya pada manusia?
Penularan dari unggas ke manusia terjadi bila kita melakukan kontak langsung--seperti memelihara atau menyembelih-- dan tinggal di sekitar unggas hidup yang terinfeksi penyakit ini. Unggas yang terinfeksi dapat pula mengeluarkan virus ini melalui tinja, yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau binatang lainnya. Virus ini bisa bertahan dalam waktu cukup lama pada jaringan atau kotoran unggas yang sudah mati, terutama pada temperatur rendah.



Bagaimana gejalanya pada manusia?
Gejala awal seperti flu biasa, bersin-bersin, hidung tersumbat atau ingus meler, dilanjutkan dengan demam yang semakin lama semakin tinggi bisa sampai 39o C, sakit kepala, tenggorokan terasa sakit, napas mulai terasa sesak yang semakin lama semakin terasa berat. Bila diabaikan, tidak segera diobati (ke RS) maka infeksi akan menjalar ke paru-paru sehingga terjadi infeksi paru-paru yang disebut “Pneumonia” dan bisa dikategorikan ke dalam “SARS” yang dapat berakhir dengan kematian.
Dari 18 orang yang terinfeksi flu burung pada 1997 di Hongkong, semuanya melakukan kontak cukup dekat dengan unggas hidup entah itu di pasar atau peternakan.
Bagaimana menghindarinya?
Cara terbaik untuk menghindari terinfeksi virus ini adalah tidak melakukan kontak dengan unggas hidup dimana wabah flu burung sedang merebak. Kelompok profesi yang berisiko terinfeksi virus influenza burung adalah para pekerja di peternakan ayam, pasar burung dan rumah potong ayam. Anda juga dianjurkan segera mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan ayam, burung atau jenis unggas lainnya.
Keunikan biologi virus influenza adalah kemampuan virus ini mengalami perubahan genetika (genetic reassortment) sehingga mampu menembus species barrier dan terjadilah penularan antarjenis (species) makhluk. Misalnya dari binatang ke manusia.
Sejauh ini belum ada bukti kuat penyakit flu burung menular dari manusia yang terinfeksi ke manusia lainnya. Jadi, seandainya ada penderita flu burung asal Vietnam, Hongkong atau Thailand yang lolos masuk Indonesia, kita mungkin perlu berhati-hati karena penularan penyakit flu burung mungkin saja terjadi antar manusia.
Salah satu cara pencegahan yang dianjurkan oleh WHO adalah dengan melakukan vaksinasi influenza, program ini telah dicanangkan oleh BASF mulai dari Jerman sampai ke Indonesia. Di Indonesia kita telah melakukan program vaksinasi ini dua tahun berturut turut, oleh karena masa imunnya vaksin ini hanya satu tahun maka disarankan untuk tahun ini kita melakukan lagi vaksinasi yang serupa, sehingga kita tidak perlu lagi merasa cemas akan tertular flu burung.


Pada kasus yang terjadi di Hongkong kebanyakan menyerang anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di pemukiman kumuh di sekitar peternakan ayam, pasar ayam, atau para pekerja di peternakan ayam dan rumah potong ayam.
Untuk memberantas penyakit ini harus melalui tindakan stamping out, yakni membunuh semua ayam pada peternakan terserang, disertai desinfeksi kandang.



Sekedar info, diberitakan oleh media massa tgl 14 – 16 Juli 2005 (Kompas, dll) seorang Ayah (Iwan Sisawara Rafei, 37 tahun aditor BPK) dan dua orang anaknya yakni Sabrina Nurul Aisyah (10 tahun) dan Thalita Rachmah Nurul Azizah (1 tahun) yang tinggal di Villa Melati Emas, Serpong Tangerang meninggal secara berturut-turut. Memang isteri Iwan (Nyonya Lien) tidak terkena flu burung, tetapi ia harus Kehilangan Tiga Orang Tercinta dalam Enam Hari.
Dari awal sudah diduga bahwa sebab meninggalnya Iwan dan dua anaknya itu adalah akibat flu burung. Kemudian itu diperkuat oleh hasil penelitian di Laboratorium WHO di Hongkong memastikan bahwa Iwan dan dua anaknya positif tertular virus flu burung.
Sebagai tindak lanjut, kini Pemerintah melakukan kampanye "Waspada Flu Burung"

WASPADA FLU BURUNG





Apa itu flu burung?

Flu burung (avian influenza) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A (H5N1). Penyakit ini menular dari burung (unggas) ke burung, tapi kadang dapat juga menular dari burung ke manusia dalam 1-3 hari.

Gejala:

Panas tinggi lebih 38 derajat Celcius dan sakit kepala pilek batuk sakit tenggorokan nyeri otot

Cara pengobatan:

  1. Apabila menemukan gejala tersebut segera berobat ke sarana pelayanan kesehatan yang ada (dokter, puskesmas, dan rumah sakit).
  2. Berikan obat penurun panas, obat batuk, obat sakit vitamin.

Cara Penularan:

Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus A (H5N1) yang berasal dari kotoran atau cairan hidung/mulut/unggas yang sakit influenza.
Tidak menular melalui makanan. Tidak ada penularan dari manusia ke manusia.

Cara Pencegahan:

  1. Para pekerja di peternakan unggas (ayam) dan semua orang yang masuk lokasi peternakan/penampungan unggas tertular harus memakai pakaian terlindung, kacamata, sarung tangan, masker, sepatu, dan harus melalui tindakan desinfeksi dan sanitasi.
  2. Selalu mencuci tangan dengan desinfektan (penyuci hama) segera setelah berhubungan (kontak) langsung dengan ternak unggas yang sakit.
  3. Menjaga kebersihan kandang.
  4. Memantau petugas pemotong unggas/ayam, pengemudi truk/kendaraan dan keluarga yang berhubungan dengan unggas (ayam), agar melaporkan bila ada gangguan kesehatan (gangguan pernafasan, gejala flu) dan segera berobat ke puskesmas/RS atau pusat pelayanan kesehatan lainnya.
  5. Bila ada gangguan kesehatan (gegala flu) segera berobat ke dokter, puskesmas, dan RS.

Perhatian:

Makan ayam atau telur yang dimasak secara sempurna tidak berbahaya. Ingat, waspada bukan berarti takut.

Saturday, July 16, 2005

Watch the Rain


" E N J O Y "... I just think this is very nice....
Stop at the picture for a second, and watch the Rain... then read on...

One rainy afternoon I was driving along one of the main streets of town, taking those extra precautions necessary when the roads are wet and slick.
Suddenly, my daughter, Aspen, spoke up from her relaxed position in her seat. "Dad, I'm thinking of something."
This announcement usually meant she had been pondering some fact for a while, and was now ready to expound all that her six-year-old mind had discovered. I was eager to hear.
"What are you thinking?" I asked. "The rain! ;" she began, "is like sin, and the windshield wipers are like God wiping our sins away."
After the chill bumps raced up my arms I was able to respond. "That's really good, Aspen." Then my curiosity broke in. How far would this little girl take this revelation?
So I asked... "Do you notice how the rain keeps on coming? What does that tell you?"
Aspen didn't hesitate one moment with her answer: "We keep on sinning, and God just keeps on forgiving us." I will always remember this whenever I turn my wipers on.
Funny how we can be more worried about sending this to others because
of what other people think of us than what God thinks of us.
In order to see the Rainbow, you must first endure some Rain.